Melatih diri adalah membina sifat serta meluruskan prilaku.
Mengalah demi pencapaian keberhasilan bagi orang lain merupakan pembinaan sifat dan pelurusan prilaku.
Yang terpenting dalam pelatihan diri adalah melakukan perbuatan baik dengan tindakan nyata, walau kecil akan lebih baik dari pada hanya membicarakannya.
Melatih diri harus mengandalkan usaha sendiri dengan giat membangkitkan kesadaran yang penuh, jangan berharap mendapatkan hasil tanpa berusaha dengan keras.
Orang dalam jalan pelatihan yang sama adalah orang orang yang bisa saling mengoreksi diri bila melakukan kesalahan, bisa saling memberi dorongan semangat dan saling memberi peringatan.
Dalam bahasa mandiri shen adalah semangat, thong adalah konsentrasi, bila kita berkonsentrasi akan timbul semangat, itulah arti dari shen thong ( kesaktian ).
Jadikan konsentrasi sebagai suatu kebiasaan, hati yang tidak bias dan kacau, akan menimbulkan teteguhan..
Manusia yang memang dilahirkan di dunia, tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan bermasyarakat, melatih diri juga tidak bisa dengan cara meninggalkan khalayak ramai dan mengasingkan diri.
Segala ucapan dan prilaku bisa menyatu dalam semangat yang terkonsentrasi, disebut berada dalam kondisi meditasi (zen ).
Zen yang sejati adalah tidak merasa risau dan tidak berkhayal dalam kehidupan sehari hari.
Bagi orang yang dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, tidakkah setiap saat merupakan kesempatan baik untuk bermeditasi.
"Sila" menjaga agar hati tidak mudah tergoda, "Konsentrasi" adalah tetap tenang bila menghadapi bahaya, "Kebijaksanaan" mampu menggerakkan hati menyesuaikan diri dengan keadaan.
Bercerminlah pada diri orang lain? Melihat kelebihannya sebagai cambuk agar kita bisa menjadi lebih baik, melihat kekurangannya untuk introspeksi diri.